<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rintis Yanto</title>
	<atom:link href="http://www.rintisyanto.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.rintisyanto.com</link>
	<description>Ketua DPRD Kota Depok</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Feb 2012 08:06:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>DPRD Depok Konsultasi Mendagri</title>
		<link>http://www.rintisyanto.com/berita/parlementaria/1797/</link>
		<comments>http://www.rintisyanto.com/berita/parlementaria/1797/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 07:57:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Parlementaria]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rintisyanto.com/?p=1797</guid>
		<description><![CDATA[Pada hari Selasa 21 februari 2012, Badan Anggaran DPRD Depok melakukan konsultasi Ke Mendagri terkait permasalahan SiLPA Dan Pinjaman Daerah. sebagaimana diketahui, APBD tahun Anggaran 2012 telah ditetapkan dengan total APBD sebesar 1,5 triliun rupiah, namun sesungguhnya penetapan APBD tersebut masih menyisakan Masalah yakni sumber pembiayaan sebesar kurang lebih 49 milyar yg sdh ditetapkan untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada hari Selasa 21 februari 2012, Badan Anggaran DPRD Depok melakukan konsultasi Ke Mendagri terkait permasalahan SiLPA Dan Pinjaman Daerah. sebagaimana diketahui, APBD tahun Anggaran 2012 telah ditetapkan dengan total APBD sebesar 1,5 triliun rupiah, namun sesungguhnya penetapan APBD tersebut masih menyisakan Masalah yakni sumber pembiayaan sebesar kurang lebih 49 milyar yg sdh ditetapkan untuk mendukung program-program seperti pembangunan pelebaran jalan kartini-citayam; pembangunan JPO Margonda; pembangunan UPS dll sumber pembiayaannya berasal dari rencana Pinjaman daerah. Namun sehubungan rencana peminjaman tersebut tidak diperkenankan Oleh Mendagri, dapat dipastikan program tersebut tidak dapat direalisasikan.<br />
Sementara pada sisi lain, terjadi SiLPA TA 2012 yg ditetapkan sebesar +_ 180 milyar, ternyata pada saat penutupan KAS Umum Daerah per tanggal 30 Desember SILPA membengkak menjadi 259 milyar rupiah. Artinya terdapat Selisih penetapan SILPA sebesar 79 milyar rupiah.<br />
Sumber Dana sebesar 79 rupiah tersebut, saat ini terparkir di KAS UMUM Daerah yaitu Bank Jabar Banten. DPRD berdasarkan hasil rapatnya meminta kpd pemda utk merasionalisasikan anggaran 2012. Hanya saja pola perubahan untuk memasukkan Anggaran yg bersumber Dari SiLPA inilah yg menjadi persoalan secara administratif. sehingga akhirnya diputuskan Badan Anggaran DPRD Dan Tim Anggaran Pemda melakukan konsultasi Ke Mendagri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rintisyanto.com/berita/parlementaria/1797/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>45 juta penduduk Indonesia Terdaftar dlm E-KTP</title>
		<link>http://www.rintisyanto.com/berita/lintas-peristiwa/45-juta-penduduk-indonesia-terdaftar-dlm-e-ktp/</link>
		<comments>http://www.rintisyanto.com/berita/lintas-peristiwa/45-juta-penduduk-indonesia-terdaftar-dlm-e-ktp/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 06:35:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lintas & Peristiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rintisyanto.com/?p=1794</guid>
		<description><![CDATA[Sejak tanggal 19 sampai dengan tgl 22 February Kementrian Dalam Negeri RI mengadakan Rakernas E KTP di Jakarta dgn mengundang seluruh ketua dprd propinsi, sekda propinsi, bupati, walikota Dan ketua dprd kabupaten Kota seluruh Indonesia. Rakernas membahas sekaligus mengevaluasi pelaksanaan E KTP di seluruh Indonesia. Sadat ini terekam sdh 45 juta penduduk Indonesia yg terdaftar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak tanggal 19 sampai dengan tgl 22 February Kementrian Dalam Negeri RI mengadakan Rakernas E KTP di Jakarta dgn mengundang seluruh ketua dprd propinsi, sekda propinsi, bupati, walikota Dan ketua dprd kabupaten Kota seluruh Indonesia. Rakernas membahas sekaligus mengevaluasi pelaksanaan E KTP di seluruh Indonesia.<br />
Sadat ini terekam sdh 45 juta penduduk Indonesia yg terdaftar Dalam E KTP terse but. Rakernas yg dibuka Oleh Mendagri tersebut, banyan hal yg mention untuk disampaikan ke publik. Salah satu yg mengejutkan adalah ditemukannya  KTP yg secara administrasi manual ternya Ganda sebanyak 7 juta orang Dan 42.600 org yg ternyata juga terekam dilakukan Oleh org yang sama. Artinya sebanyak 42600 org yg ternyata sidik jarinya berasal Dari satu org.<br />
Hal tersebut terungkap Dalam pemaparan Mendagri yg disampaikan kepada peserta Rakernas. Sungguh sebuah fakta yg membuat kita miris mendengarnya. Artinya Selama ini, data kependudukan sebenarnya tidak valid Dan inilah yg menyebabkan bangsa ini tidak bisa me rencanakan program-program pengentasan kemiskinan separate terintegral.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rintisyanto.com/berita/lintas-peristiwa/45-juta-penduduk-indonesia-terdaftar-dlm-e-ktp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Duel Raksasa di Kasta Kedua</title>
		<link>http://www.rintisyanto.com/sport/duel-raksasa-di-kasta-kedua/</link>
		<comments>http://www.rintisyanto.com/sport/duel-raksasa-di-kasta-kedua/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Feb 2012 19:20:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sport]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rintisyanto.com/?p=1790</guid>
		<description><![CDATA[Berada di ajang kelas dua bagi sebuah tim dengan reputasi jawara, tentu bukanlah prestasi yang membanggakan. Itu pula yang kini tengah dialami Manchester United (MU) dan Ajax Amsterdam. Terlebih MU, yang dalam kurun waktu lima tahun terakhir selalu mencatatkan prestasi gemilang. Puncaknya terjadi dimusim 2007-2008, dimana The Red Devils berhasil menggondol tiga gelar atau treble [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berada di ajang kelas dua bagi sebuah tim dengan reputasi jawara, tentu bukanlah prestasi yang membanggakan. Itu pula yang kini tengah dialami Manchester United (MU) dan Ajax Amsterdam. Terlebih MU, yang dalam kurun waktu lima tahun terakhir selalu mencatatkan prestasi gemilang. Puncaknya terjadi dimusim 2007-2008, dimana The Red Devils berhasil menggondol tiga gelar atau treble Winner.<br />
Namun, musim ini justru antiklimaks. MU harus menerima kenyataan pahit, karena tersingkir diputaran awal. Mereka tak mampu mengungguli Benfica dan Basel, sehingga gagal menembus babak 16 besar.<br />
Dini hari nanti (Siaran Langsung RCTI Pukul 01:00), dua tim bakal saling berjibaku dalam lanjutan ajang UEFA Cup. Partai kedua tim ini bisa dibilang sebagai “obat luka”, setelah gagal di Liga Champions.<br />
Meski sudah lama tersingkir, Pelatih MU, Sir Alex Ferguson masih merasakan pahitnya kegagalan melangkah ke babak gugur Liga Champions musim ini.<br />
United memang tersingkir di fase grup setelah kalah bersaing dengan Benfica dan Basel. United kini hanya bermain di kompetisi antarklub Eropa level dua, Liga Europa.<br />
&#8220;Sebuah kekecewaan yang sangat besar. Perasaan saya mengatakan kami masih bisa lolos dan apabila memang benar terwujud, kami pasti bisa ke final&#8221; sesal Fergie, sapaan akrab Ferguson, seperti yang dinukil Sky Sports.<br />
Diakui Fergie kegagalan mengalahkan Basel di Old Trafford menjadi muara permasalahan United sehingga gagal lolos ke babak 16 besar.&#8221;Hasil itu sangat buruk. Tapi saya tak merasa kami jauh terpisah dari Barcelona dan Real Madrid. Saya yakin kami bisa segera menunjukkannya dalam waktu dekat,&#8221; tandas Fergie.<br />
Senada, Penyerang Manchester United, Javier “Chicarito” Fernandez mengakui kalau pterasa janggal berkiprah di kancah yang dulu bernama Piala UEFA ini. Namun, ia menegaskan United tetap menargetkan titel juara. Untuk itu Ajax tentunya wajib dilewati.<br />
&#8220;Penting bermain di kandang pada second leg, tapi itu hanya keuntungan kecil, tak menjamin kemenangan. Ini akan menjadi pertandingan sulit, tapi kami akan menuju Amsterdam guna mengincar kemenangan&#8221; kata bomber muda Meksiko itu kepada MUTV.<br />
Chicarito mengatakan kalau meski berada dikelas dua, ia dan rekan-rekannya berjanji tetap akan serius membidik gelar.<br />
&#8220;Liga Champions adalah kompetisi terbaik di Eropa dan sedikit aneh berada di Liga Europa. Tapi kami ingin memenangi setiap turnamen yang kami ikuti. Kedua tim memiliki banyak sejarah di Eropa, jadi ini akan menjadi laga hebat,&#8221; terang Chicharito.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rintisyanto.com/sport/duel-raksasa-di-kasta-kedua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengoplos Gas Panmas Tamat</title>
		<link>http://www.rintisyanto.com/berita/lintas-peristiwa/pengoplos-gas-panmas-tamat/</link>
		<comments>http://www.rintisyanto.com/berita/lintas-peristiwa/pengoplos-gas-panmas-tamat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Feb 2012 19:19:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lintas & Peristiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rintisyanto.com/?p=1787</guid>
		<description><![CDATA[PANCORANMAS – FGS (30) kini harus merasakan dinginnya hotel prodeo Mapolresta Depok. Selasa, sekitar pukul 20:00, warga Kampung Kepupu RT02/24, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoranmas, ini dibekuk Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polsresta Depok, lantaran kedapatan mengoplosan gas bersubsidi tiga kilogram ke gas nonsubsidi 12 kilogram. Dari rumahnya petugas menyita berbagai barang bukti kejahatan FGS. Di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PANCORANMAS – FGS (30) kini harus merasakan dinginnya hotel prodeo Mapolresta Depok. Selasa, sekitar pukul 20:00, warga Kampung Kepupu RT02/24, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoranmas, ini dibekuk Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polsresta Depok, lantaran kedapatan mengoplosan gas bersubsidi tiga kilogram ke gas nonsubsidi 12 kilogram.<br />
Dari rumahnya petugas menyita berbagai barang bukti kejahatan FGS. Di antaranya 148 tabung gas elpiji tiga kilogram, empat tabung gas elpiji 12 kilogram, 58 tabung gas kosong 12 kilogram, 130 tutup segel gas 12 kilogram, 21 selang regulator, 9 kepala regulator, 8 penjepit selang, 1 unit alat timbangan, dan 1 unit mobil kijang bernopol F 8705 E.<br />
Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Febriansyah mengatakan, pihaknya telah mendapat banyak pelaporan masyarakat yang curiga dengan isi gas 12 kilogram yang dijual FGS. Karena gas tersebut tak mampu bertahan selama satu bulan. “Dari sejumlah warga yang mengadu kemudian kami tindaklanjuti. Untuk menangkap basah FGS, kami harus menunggu dua hari,” katanya kepada Radar Depok.<br />
Saat dibekuk, sambung Febriansyah, FGS sedang melakukan pengoplosan gas dari tabung 3 kilogram ke tabung 12 kilogram di dalam gudang rumah. FGS menggunakan alat-alat manual untuk mengoplos gas. Seperti selang dan regulator, serta beberapa balok es baru di dalam bak. “Modusnya yang dilakukan memang unik dan rapi. FGS sudah beraksi selama dua bulan mengedarkan gas oplosan ke pedagang,” bebernya.<br />
Atas ulah curangnya itu, FGS dijerat pasal berlapis. Yakni Pasal 62 Ayat (1) jo Pasal 8 Ayat (1) huruf b dan C Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dan Pasal 32 ayat (2) jo Pasal 30 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal, dengan ancaman pidana kurungan lima tahun penjara dan denda Rp5 miliar. “Kami masih memeriksa tersangka untuk mengembangkan kasus ini. Karena ada kemungkinan tersangka tidak bermain sendiri,” jelasnya.<br />
Sementara itu, FGS mengaku gas oplosannya dijual ke pedagang kelontong dengan harga Rp65 ribu. Setiap tabung gas oplosan tersebut, dia mendapatkan keuntungan mencapai Rp13 ribu. “Saya bisa mengoplos karena belajar dari teman,” ucapnya.<br />
Dalam satu malam, FGS dapat mengoplos gas sebanyak sebelas tabung ukuran 12 kilogram. Tabung itu dibenamkan dalam bak berisi es balok. FGS mengaku mendapatkan suplai gas 3 kilogram dari seorang juragan gas dari Pondok Labu, Jakarta Selatan, dengan harga terjangkau.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rintisyanto.com/berita/lintas-peristiwa/pengoplos-gas-panmas-tamat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hotel &#8216;Selingkuh&#8217; Tetap Beroperasi</title>
		<link>http://www.rintisyanto.com/berita/lintas-peristiwa/hotel-selingkuh-tetap-beroperasi/</link>
		<comments>http://www.rintisyanto.com/berita/lintas-peristiwa/hotel-selingkuh-tetap-beroperasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Feb 2012 19:18:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lintas & Peristiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rintisyanto.com/?p=1783</guid>
		<description><![CDATA[MARGONDA – Valentine Days benar-benar dijadikan hari mesum pasangan nakal. Selain delapan pasang mesum yang diamanakan dari dua hotel di Cimanggis, ada 60 pasangan lain yang tertangkap basah mesum di kamar hotel dan kamar kos. Tepat pada Senin (13/2) sekitar pukul 20:00, ke-60 pasangan mesum itu diamankan. Dalam razia itu, petugas dari empat polsek menggiring [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MARGONDA – Valentine Days benar-benar dijadikan hari mesum pasangan nakal. Selain delapan pasang mesum yang diamanakan dari dua hotel di Cimanggis, ada 60 pasangan lain yang tertangkap basah mesum di kamar hotel dan kamar kos. Tepat pada Senin (13/2) sekitar pukul 20:00, ke-60 pasangan mesum itu diamankan. Dalam razia itu, petugas dari empat polsek menggiring 60 pasangan selingkuh yang mesum di Malam Valentine.<br />
Di antaranya 16 pasangan ditangkap Polsek Cimanggis dari dua hotel, 16 pasangan dibekuk Polsek Bojonggede dari satu hotel, 20 pasangan digiring Polsek Sukmajaya dari satu hotel, dan 8 pasangan digerbek Polsek Limo dari satu hotel dan kamar kos.<br />
Seluruh pelaku tersebut merupakan pasangan selingkuh dari berbagai usia. Salah satunya pegawai negeri sipil (PNS) dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan (Deperindag) yang ditangkap oleh Polsek Bojonggede. Hotel yang dirazia itu kemudian diberi garis polisi dan dilarang beroperasi.<br />
“Kami memang sengaja menggelar operasi pekat (penyakit masyarakat) itu ke sejumlah hotel. Karena informasi yang kami terima, di sejumlah hotel itu disinyalir akan diadakan pesta seks, dan narkoba saat Malam Valentine,” kata Kapolresta Depok Kombespol Mulyadi Kaharni kepada Radar Depok, kemarin.<br />
Menurutnya, razia tersebut dilaksanakan lantaran tidak adanya antisipasi dan tindakan preventif dari Pemkot Depok untuk mengatasi peredaran miras, prostitusi dan penyakit masyarakat lainnya. Ditambah surat razia bersama kepada Walikota Depok tidak ditanggapi.<br />
“Berdasarkan instruksi dari Kapolda Metro Jaya, kami melaksanakan Operasi Pekat Valentine Day ini. Mereka yang kami tangkap telah melanggar perda. Semuanya sudah kami data dan akan kami serahkan ke Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Dinaskersos) Pemkot Depok,” ujarnya.<br />
Untuk mengantisipasi terulangnya pesta seks dan aktivitas perselingkuhan di dalam hotel, lanjut Mulyadi, pihaknya memberikan garis polisi pada seluruh hotel yang dirazia. Selain itu, pihaknya juga meminta pemilik hotel tidak melakukan aktivitas sampai pihak terkait, yakni Pemkot Depok dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Depok, memberikan pengarahan.<br />
“Hotel itu tidak kami izinkan menerima tamu sampai pihak terkait memberikan tindakan. Jika memang masih membandel, kami akan razia secara rutin hotel yang terdata,” bebernya.<br />
Namun sangat disayangkan, tindakan tegas pihak Polresta Depok memberikan garis polisi tersebut tidak membuat pemilik hotel berhenti. Dari pantauan Radar Depok, di beberapa hotel &#8216;selingkuh&#8217; itu masih menerima tamu dan beraktivitas seperti biasa. Seperti yang terlihat di Hotel Genggong di Jalan Raya Bogor, Kecamatan Cimanggis. Sejumlah tamu tampak memesan kamar hotel seperti biasa.<br />
Dikonfirmasi, Pemilik Hotel Genggong Rini Maharani menuturkan, tetap membuka hotelnya meski digarisi polisi. Pihaknya tidak mau merugi, lantaran adanya pasangan selingkuh dan mesum yang terjaring. “Siapa yang mau bertanggung jawab dengan gaji karyawan saya. Kami tetap menerima tamu yang datang, karena urusan mesum dan selingkuh bukan urusan kami. Biar konsumen yang bertanggung jawab. Kami hanya sebagai penyedia jasa penginapan,” tuturnya.<br />
Rini-sapaannya-menambahkan, sudah mendapatkan rekomendasi dari Dinas Pariwisata, Pemuda, Olahraga, Seni dan Budaya (Disporaparsenbud) Depok. Itu setelah dinas tersebut memanggil pihaknya untuk menjelaskan duduk persoalan perselingkuhan dan mesum yang terjadi saat dirazia polisi.<br />
“Saya sudah jelaskan semuanya. Koordinasi dengan Disporaparsenbud dan kepolisian sudah dilakukan. Dengan dasar itu, makanya saya berani membuka hotel seperti biasa,” tandasnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rintisyanto.com/berita/lintas-peristiwa/hotel-selingkuh-tetap-beroperasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ormas Anarkis Tampar Citra Pemerintah</title>
		<link>http://www.rintisyanto.com/berita/parlementaria/ormas-anarkis-tampar-citra-pemerintah/</link>
		<comments>http://www.rintisyanto.com/berita/parlementaria/ormas-anarkis-tampar-citra-pemerintah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Feb 2012 19:17:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Parlementaria]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rintisyanto.com/?p=1780</guid>
		<description><![CDATA[MARGONDA – Sosiolog dari Universitas Indonesia (UI), Dony Gahral, meminta pemerintah bertidak cepat untuk membubarkan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang kerap meresahkan masyarakat. Menurutnya, itu karena ideologi ormas di Tanah Air selama ini telah menyimpang dari Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. “Tidak perlu menunggu revisi (Revisi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1985) ataupun yang lain. Mungkin pembubaran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MARGONDA – Sosiolog dari Universitas Indonesia (UI), Dony Gahral, meminta pemerintah bertidak cepat untuk membubarkan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang kerap meresahkan masyarakat. Menurutnya, itu karena ideologi ormas di Tanah Air selama ini telah menyimpang dari Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.<br />
“Tidak perlu menunggu revisi (Revisi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1985) ataupun yang lain. Mungkin pembubaran FPI bisa menjadi pelatuknya,” tegasnya kepada Radar Depok, semalam.<br />
Menjamurnya ormas saat ini tidak terlepas dari kepentingan politik. Ditambah, sambung Dony, fungsi ormas untuk memberdayakan masyarakat kini telah beralih. Keadaan ini membuat citra pemerintah turun.<br />
“Ormas yang ada sekarang ini sudah sangat mengkhawatirkan. Struktur yang ada dalam ormas itu semuanya preman, pemeras dan pengacau masyarakat. Dalam situasi ini pemerintah tidak bisa berdiam diri,” ujar suami Rieke Diah Pitaloka ini.<br />
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Depok Rintis Yanto, menuturkan pembubaran ormas anarkis merupakan kewenangan pemerintah pusat. Hanya, Rintis meminta agar proses pembubarannya sesuai koridor hukum yang berlaku. “Saya setuju saja dengan pembubaran itu, asalkan ormas tersebut sudah melanggar aturan yang dibuat dan disahkan pemerintah. Karena pembubaran itu juga harus melalui proses hukum di pengadilan,” tuturnya.<br />
Rintis menyadari, pembubaran ormas yang anarkis tidak bisa berlangsung cepat. Sebab saat ini revisi terhadap UU Ormas belum kunjung diselesaikan. “Regulasi yang ada saat ini masih lemah. Makanya sekarang revisi terhadap payung hukumnya masih proses,” tandasnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rintisyanto.com/berita/parlementaria/ormas-anarkis-tampar-citra-pemerintah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>UN Terancam Diboikot 20 Ribu Honorer Minta Kepastian</title>
		<link>http://www.rintisyanto.com/nasional/un-terancam-diboikot-20-ribu-honorer-minta-kepastian/</link>
		<comments>http://www.rintisyanto.com/nasional/un-terancam-diboikot-20-ribu-honorer-minta-kepastian/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Feb 2012 19:15:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rintisyanto.com/?p=1777</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Ujian Nasional (UN) 2012 yang tinggal dua bulan lagi terancam buyar. Penyebabnya bukan karena keterlambatan distribusi soal. Tetapi 20 ribu honorer guru dan tenaga kependidikan mengancam boikot gebyar tahunan itu. Mereka menuntut Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) pengangkatan honorer tidak boleh lama-lama ngendon di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Ancaman boikot [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; Ujian Nasional (UN) 2012 yang tinggal dua bulan lagi terancam buyar. Penyebabnya bukan karena keterlambatan distribusi soal. Tetapi 20 ribu honorer guru dan tenaga kependidikan mengancam boikot gebyar tahunan itu. Mereka menuntut Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) pengangkatan honorer tidak boleh lama-lama ngendon di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).<br />
Ancaman boikot UN ini keluar dari Dewan Kehormatan Honorer Indonesia (DKHI). Organisasi tenaga honorer yang berbasis di Semarang itu memberikan toleransi hingga bulan depan kepada KemenPAN-RB untuk memasukkan RPP Pengangkatan Honorer ke Sekretariat Negara (Setneg). &#8220;Jika Maret dimasukkan ke Setneg, perkiraan kita bulan itu juga akan disahkan Presiden,&#8221; kata Ketua Umum DKHI Ali Mashar, belum lama ini.<br />
Sebaliknya, jika tidak ada tanda-tanda iktikad baik dari KemenPAN-RB untuk memasukkan RPP itu ke Setneg, maka Ali mengatakan tidak bisa membendung seruan mogok kerja massal rekan-rekannya sesama honorer menjelang dan selama UN.<br />
Dia mengatakan, saat ini anggotanya ada 30 ribu tenaga honorer. Di mana, 20 ribu di antaranya adalah guru dan tenaga kependidikan. Sisanya adalah tenaga medis dan administrasi di kantor pemda. Ali yang juga menjadi tenaga honorer bagian administrasi di sebuah SMK di Kabupaten Semarang itu mengatakan, selama ini gelaran UN paling banyak melibatkan honorer. &#8220;Terutama bagian administrasi,&#8221; jelasnya.<br />
Ali mencontohkan, di sekolahnya ada 15 tenaga administrasi dan tenaga kependidikan, satu di antaranya adalah PNS. Dia menyebutkan UN tidak akan berjalan jika hanya ada satu tenaga administrasi PNS yang bekerja. Keterlibatan tenaga kependidikan honorer dalam UN tidak hanya tenaga administrasi. Mulai penjaga keamanan, tukang kebun, tukang bersih-bersih sekolah hingga penjaga malam terlibat dalam UN. Ali mencontohkan, andaikata ada satpam mogok, pasti ketertiban lingkungan sekolah saat UN terganggu.<br />
Contoh berikutnya jika tukang bersih-bersih sekolah yang masih honorer juga mogok kerja. &#8220;Bayangkan, apakah peserta UN bisa nyaman mengerjakan ujian jika sekolahnya kotor. Apalagi kamar mandinya bau karena tidak ada yang membersihkan,&#8221; terang Ali.<br />
Ancaman paling banter muncul dari seluruh tenaga administrai atau tata usaha (TU) honorer. Sebab, kata Ali, selama ini peran TU atau tenaga administrasi yang didominasi honorer cukup sentral menjelang, selama dan pasca-UN.<br />
Di antaranya sebelum UN tugas mereka adalah mengentri daftar tetap nama-nama peserta UN. Selanjutnya menerima nomor peserta lalu disebar ke siswa dan ditempel ke meja-meja peserta. &#8220;Mana mungkin guru yang menempel nomor soal itu. Apalagi apa mungkin peserta UN sendiri yang menempelnya, pasti kacau,&#8221; jelas dia.<br />
Ali menegaskan, gerakan mogok kerja menjelang, selama dan setelah UN ini sudah kompak disuarakan honorer di sekolah negeri dan swasta. Mumpung UN masih akan dilangsungkan pertengahan April mendatang, Ali mengingatkan pemerintah masih punya waktu untuk lebih memperhatikan nasib honorer.<br />
Sebelumnya, dia sudah khawatir jika rencana pengangkatan langsung 76 ribu tenaga honorer kategori 1 (digaji APBN atau APBD) batal. Sebab RPP yang melandasi pengangkatan tersebut ditolak Setneg dan dikembalikan lagi ke KemenPAN-RB. &#8220;Sejatinya kami tidak ingin mengorbankan siapa pun. Tetapi nasib kami sendiri sampai sekarang tidak jelas,&#8221; pungkas Ali.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rintisyanto.com/nasional/un-terancam-diboikot-20-ribu-honorer-minta-kepastian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>FPI Tak Gentar Dibubarkan</title>
		<link>http://www.rintisyanto.com/sorot/fpi-tak-gentar-dibubarkan/</link>
		<comments>http://www.rintisyanto.com/sorot/fpi-tak-gentar-dibubarkan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Feb 2012 19:10:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sorot]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rintisyanto.com/?p=1768</guid>
		<description><![CDATA[DEPOK &#8211; Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Front Pembela Islam (FPI) Kota Depok menentang rencana pemerintah pusat untuk membubarkan organisasinya. Ketua DPW FPI Kota Depok Habib Idrus Al Gadri menegaskan, keberadaan FPI di Tanah Air justru untuk membela kepentingan masyarakat, dan membantu pemerintah guna memberantas berbagai penyakit masyarakat yang tak mampu diselesaikan pihak penegak hukum. “Oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>DEPOK &#8211; Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Front Pembela Islam (FPI) Kota Depok menentang rencana pemerintah pusat untuk membubarkan organisasinya. Ketua DPW FPI Kota Depok Habib Idrus Al Gadri menegaskan, keberadaan FPI di Tanah Air justru untuk membela kepentingan masyarakat, dan membantu pemerintah guna memberantas berbagai penyakit masyarakat yang tak mampu diselesaikan pihak penegak hukum. “Oleh karena itu, kami sangat menolak tegas pembubaran itu,” ujar kepada Radar Depok di ruang kerjanya, kemarin.<br />
Habib Idrus-sapaannya-menjelaskan, rencananya pembubaran FPI bukan hanya terjadi saat ini. Namun itu sudah berulang kali diwacanakan, dan ternyata tidak mampu direalisasikan. Karena itu Habib Idrus mengaku tak gentar jika organisasinya dibubarkan. Pasalnya, walaupun nantinya jadi diberedel, sambung Habib, FPI tetap ada dan hidup. Untuk menyikapinya, Habib Idrus mengaku tidak akan melancarkan aksi protes.<br />
“Terlebih FPI Kota Depok terus mengalami penambahan jumlah anggota. Sebelumnya FPI Kota Depok hanya memiliki tiga dewan pengurus cabang (DPC), tapi kini memiliki sebelas DPC,” tegasnya.<br />
Sementara itu, Ketua DPW Bidang Jihat FPI Kota Depok Ahmad Yani, menuturkan hal yang sama. Ahmad meminta masyarakat tidak melihat FPI dari satu sudut pandang. Pasalnya, FPI juga sering membantu masyarakat. Contohnya dalam penyelesaian kasus Mesuji, Sumatera Selatan, belum lama ini. “Dalam kasus tersebut kita bukan hanya membantu Umat Islam, tetapi Umat Kristen, Hindu, Budha maupun lainnya kami bantu,” jelasnya.<br />
Terpisah, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, meminta FPI untuk tahu diri. Megawati menegaskan, sudah semestinya FPI juga melihat realitas di lapangan.<br />
Hal itu disampaikan Megawati dalam menanggapi langkah FPI melaporkan Kader PDIP yang juga Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Teras Narang, terkait penolakan masyarakat atas rencana pembentukan cabang ormas pimpinan Habib Rizieq itu Kalteng, belum lama ini.<br />
Menurut Megawati, di era demokrasi saat ini tetap dibutuhkan etika dan sopan santun.<br />
&#8220;Saya tak mengatakan FPI saja. Ketika partai mau bikin cabang saja ditanya dulu dengan sopan, saya mau masuk dengan santun,&#8221; kata Megawati usai memberikan arahan kepada Kader PDIP di DPR RI, Selasa (14/2) sore.<br />
Terkait kasus di Kalimantan Tengah, Presiden RI kelima itu mengaku mendapatkan informasi dari bawah tentang penolakan atas rencana FPI membuka cabang di Kalteng. Putri Proklamator itu mengungkapkan, masyarakat di Kalteng termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan tokoh agama lainnya juga menolak kehadiran FPI. &#8220;Ya mestinya kita toleransi dan tidak memaksanakan kehendak. FPI harus melihat bagaimana mereka bisa mendapat simpati masyarakat,&#8221; ucapnya.<br />
Bagaimana soal wacana pembubaran FPI? Megawati menyerahkan keputusan tentang itu ke pemerintah pusat. &#8220;Saya kembalikan ke Pemerintah RI. Yang paling penting aturannya, setiap warga negara memiliki hak yang sama di mata hukum. Kewajiban juga harus sama,&#8221; cetusnya.<br />
Penolakan keberadaan FPI kini mulai membahana di Nusantara. Kemarin, sekitar seratus massa menggelar aksi damai &#8220;Indonesia Tanpa FPI&#8221; di Bundaran HI, Jakarta. Aksi yang semula berlangsung damai dan dikawal sekitar 250 personel gabungan Kepolisian Daerah Metro Jaya ini, mendadak berakhir rusuh.<br />
Awalnya sekitar seratus massa yang menamakan diri &#8220;Koalisi Rakyat Indonesia Tanpa FPI&#8221;, terlihat membawa spanduk. Aksi dimulai dengan penjagaan ketat dari aparat bersenjata lengkap. Dalam orasinya, koordinator aksi mengajak masyarakat Indonesia untuk menolak ormas-ormas anarkis.<br />
Massa juga mendesak pemerintah dan lembaga penegak hukum negara untuk mengevaluasi keberadaan pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab. Ormas FPI dinilai massa telah meresahkan masyarakat dengan aksi-aksi anarkis mereka.<br />
Saat semua konsentrasi massa mengarah kepada orator, tiba-tiba terjadi kerusuhan. Entah dari mana pemicunya. Massa mulai terlihat saling dorong, bahkan saling rebutan spanduk seraya mengeluarkan kata-kata kecaman. Belum diketahui siapa penyebab terjadinya kerusuhan. Hanya, salah satu demonstran aksi damai mengaku mendapat pukulan dari orang-orang berpakaian preman.<br />
Aparat kepolisian yang sudah bersiaga sejak awal pun langsung bertindak. Tiga orang yang diduga penyusup langsung diamankan. Sementara satu orang turut diamankan ke Markas Kepolisian Sub Sektor Thamrin. Belum ada keterangan resmi, ke mana tiga orang tersebut akan diamankan polisi. Meski sempat rusuh, peserta aksi demonstransi lainnya masih tetap melanjutkan tuntutan mereka.<br />
Seperti diketahui, desakan pembubaran FPI bermula dari penolakan ratusan massa dari adat Dayak di Kalteng. Mereka mengepung pesawat Sriwijaya Air yang membawa empat delegasi FPI saat mendarat di Bandara Cilik Riwut, Palangkaraya, Kalimatan Tengah. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (11/2).<br />
Keempat delegasi FPI itu adalah Sekjen FPI, Wasekjen FPI Habib Muhsin Al Atas, Ketua Bidang Dakwah KH Alwi Masykuri, dan Panglima FPI Ustad Maman. Rencananya delegasi ini akan menghadiri pelantikan FPI Kalteng. Masyarakat Dayak menolak kedatangan pimpinan FPI karena menilai ormas ini sering diidentikkan dengan aksi anarkis yang meresahkan masyarakat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rintisyanto.com/sorot/fpi-tak-gentar-dibubarkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Delapan Pasangan Mesum Terjaring Satu Pasangan Hendak Pesta Narkoba</title>
		<link>http://www.rintisyanto.com/berita/lintas-peristiwa/delapan-pasangan-mesum-terjaring-satu-pasangan-hendak-pesta-narkoba/</link>
		<comments>http://www.rintisyanto.com/berita/lintas-peristiwa/delapan-pasangan-mesum-terjaring-satu-pasangan-hendak-pesta-narkoba/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Feb 2012 19:04:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lintas & Peristiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rintisyanto.com/?p=1764</guid>
		<description><![CDATA[CIMANGGIS – Delapan pasangan bukan suami istri terjaring razia yang dilakukan Polsek Cimanggis pada Malam Valentine (13/2). Ke delapan pasangan itu dirazia di dua hotel melati di bilangan Jalan Raya Bogor. Di Hotel Genggong polisi menggerebek tiga pasangan, di antaranya CS (37) dan AA (19), SN (20) dan RI (26), MW (45) dan SF (40). [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>CIMANGGIS – Delapan pasangan bukan suami istri terjaring razia yang dilakukan Polsek Cimanggis pada Malam Valentine (13/2). Ke delapan pasangan itu dirazia di dua hotel melati di bilangan Jalan Raya Bogor.<br />
Di Hotel Genggong polisi menggerebek tiga pasangan, di antaranya CS (37) dan AA (19), SN (20) dan RI (26), MW (45) dan SF (40). Sedangkan lima pasangan lainnya di Hotel Anggrek, yakni WA (32) dan GPU (30), SO (37) dan NA (27), AR (25) dan NI (37), CTW (32) dan AH (28), serta TM (48) dan KO (37).<br />
Salah satu pasangan mesum yang terjaring, MW dan SF ditangkap saat hendak berpesta narkoba. Ketika dikembangkan, MW merupakan sindikat pengedar narkoba jenis ganja dan sabu. Dari tangannya polisi menyita sejumlah barang bukti kejahatannya seperti 1 paket ganja seberat 4 gram, 2 pipet kaca untuk sabu, 19 HP, 1 iPad, 2 modem, uang tunai Rp19.250.000, 1 botol obat kuat, sepasang tipe mobil, 1 minikompo, 1 kamera DSLR, dan 1 pistol air soft gun jenis FN. Dari iPad, polisi juga mendapati sejumlah foto saat MW menggunakan sabu.<br />
“Razia ini juga untuk mengurangi tindakan kriminal dan penyebaran prostitusi di kawasan Cimanggis,” tegas Kapolsek Cimanggis Kompol Firman Andreanto kepada Radar Depok, kemarin.<br />
Firman menambahkan, razia pasangan mesum ini tidak hanya akan digelar pada momen Hari Kasih Sayang. Terkait penangkapan MW, Firman menegaskan jajarannya telah menetapkan MW sebagai tersangka penyalahgunaan narkoba. MW bakal dijerat dua pasal sekaligus, yakni Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Narkotika Nomor 32 Tahun 2009 tentang Peredaran Narkoba, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara, dan Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api.<br />
“Untuk MW sudah ditetapkan menjadi tersangka. Dia akan diperiksa secara intensif untuk membongkar jaringannya. Lalu inilah yang kami antisipasi saat Malam Valentine yang banyak dirayakan remaja Depok,” paparnya.<br />
Terpisah, Kapolresta Depok Kombes Pol Mulyadi Kaharni, mengungkapkan pihaknya telah menyurati Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail, untuk menindak tegas hotel yang diduga sebagai tempat untuk berbuat mesum tersebut. “Kami sudah berkoordinasi dengan Pemkot, tetapi masih belum ada tindakan preventif. Kami akan terus melaksanakan operasi pekat itu secara rutin dan mendadak untuk menjaring mereka yang sudah berperilaku menyimpang,” tandasnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rintisyanto.com/berita/lintas-peristiwa/delapan-pasangan-mesum-terjaring-satu-pasangan-hendak-pesta-narkoba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tersangka Camat Gate Ditahan // Digiring Jaksa ke Lapas Pondok Rajeg</title>
		<link>http://www.rintisyanto.com/berita/lintas-peristiwa/tersangka-camat-gate-ditahan-digiring-jaksa-ke-lapas-pondok-rajeg/</link>
		<comments>http://www.rintisyanto.com/berita/lintas-peristiwa/tersangka-camat-gate-ditahan-digiring-jaksa-ke-lapas-pondok-rajeg/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Feb 2012 19:02:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lintas & Peristiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rintisyanto.com/?p=1760</guid>
		<description><![CDATA[KOTAKEMBANG – Dua tersangka dugaan kasus korupsi Camat Gate, Rendra Fristoto dan Rukmanto ditetapkan menjadi terdakwa dan ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok, kemarin. Menggunakan batik dominasi warna cokelat, Rendra Fristoto terlihat lesu, sementara Rukmato yang mengenakan kemeja warna putih tampak tegang. Keduanya digiring para jaksa ke Lapas Pondok Rajeg sekitar pukul 17:40. Kasi Pidana Khusus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KOTAKEMBANG – Dua tersangka dugaan kasus korupsi Camat Gate, Rendra Fristoto dan Rukmanto ditetapkan menjadi terdakwa dan ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok, kemarin. Menggunakan batik dominasi warna cokelat, Rendra Fristoto terlihat lesu, sementara Rukmato yang mengenakan kemeja warna putih tampak tegang. Keduanya digiring para jaksa ke Lapas Pondok Rajeg sekitar pukul 17:40.<br />
Kasi Pidana Khusus Kejari Depok Farhan mengatakan, Rendra dan Rukmanto resmi menjadi terdakwa. Mereka dikenakan Pasal 2 junto Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2001, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. “Kami tetapkan sebagai terdakwa dengan pasal berlapis,” ujarnya kepada Radar Depok, kemarin.<br />
Farhan-sapaanya-mempersilahkan, jika terdakwa meminta penangguhan penahan, karena itu merupakan hak terdakwa. Tetapi kejaksaan akan mempertimbangkan permohonan penangguhan itu, apakah dikabulkan atau tidak. Rendra dan Rukmanto, sambungnya, akan ditahan selama 20 hari sebelum dihadirkan di Pengadilan Tipikor, Bandung. “Kerugian negara di atas Rp400 juta,” katanya.<br />
Terpisah, kuasa hukum Rendra, Saprianto Reva, mengatakan penahanan tersebut merupakan kewenangan kejaksaan. Namun pihaknya akan segera mempertimbangkan untuk mengajukan penangguhan tahanan. Kedua tersangka, kata dia, sangat keberatan dengan penahanan itu, karena alasan-alasan yang menjadi syarat objektif penahan tidak terpenuhi. “Yang saya pertanyakan syarat penahanan tidak terpenuhi,” jelasnya.<br />
Menurut Reva, masalah kliennya sangat unik, dia menyebut perkara itu adalah perkara perdata yang dikriminalkan, karena penyidik kejaksaan menjeratnya dengan Pasal 2, Pasal 3 UU 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.<br />
Rendra, kata dia, sebagai pengguna anggaran tidak berhubungan langsung dengan pemilik lahan, tetapi melalui kuasa. Dia juga menyebut sejumlah kejanggalan, saat pemeriksaan di Kejari, akta tanah yang dikeluarkan notaris dinyatakan tidak sah, berikut jual beli tanah pun tidak sah. “Ini berarti ada penyimpangan pengertian antara jaksa dengan klien saya, tidak mungkin akta notaris itu tidak sah,” paparnya.<br />
Padahal pola jual beli yang dilakukan kliennya sama dengan jual beli tanah pada umumnya. Tetapi hanya kasus kliennya yang diangkat, meski kasus serupa berserakan. Reva mengaku sedang memperlajari berkas dan letak posisi hukum kliennya dan akan mencari kebenaran, serta siapa dalang dari perkara yang menyeret kliennya itu. “Kami akan pelajari posisi perkara ini,” pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rintisyanto.com/berita/lintas-peristiwa/tersangka-camat-gate-ditahan-digiring-jaksa-ke-lapas-pondok-rajeg/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

